Oktober 2024 adalah dimana hari saya berduka. Rumah yang menjadi tempat peraduan,berteduh,bertahan hidup hingga mencari nafkah seketika hilang hanya dalam waktu singkat. Betul jodoh, rejeki,dan maut memang tidak ada yang tahu. Rasa trauma yang masih menghinggapi pun tak mampu menghilang dalam waktu singkat.
Tak ada yang tersisa hanya baju yang melekat dibadan. Bagai petir disiang bolong, api seketika melalap semua yang di laluinya. Beruntungnya saya sekeluarga masih diberikan kesempatan. Mimpi dua hari lalu, seketika terjadi. Bukan mau mendahului tapi ketika bibir berucap ,seperti semua terjadi begitu saja.
Tak ada yang menginginkan musibah,hanya bismillah yang terucap saat itu. Bagaimana kami bisa bangkit dan lepas dari trauma.
Alhamdulillah,saat ini perlahan sudah mulai pulih. Pelan pelan kami cicil satu persatu,meskipun belum semuanya bisa kembali. Bantuan dari sanak saudara serta teman teman sangat berarti saat itu. Membuat kami harus bisa bangkit. Sempat memilih untuk pergi dari sini,tetapi tak bisa masih ada orang tua yang masih menyimpan luka yang amat mendalam selain kami.
Benar kata orang, rejeki itu datangnya bisa darimana saja, kami dikelilingi oleh orang² yang baik. Perhatian, kepedulian dari teman-teman ,sahabat serta rekan-rekan komunitas pun datang. Dan rejeki tak terduga lainnya saat ini saya tengah berbadan dua, disaat saya berusaha meyakinkan dan memberi support untuk teman-teman pejuag garis dua. Saya terharu ternyata allah menggantikan kesedihan saya dengan memberi amanah yang baru. Doakan semoga persalinan saya lancar dan sehat. Karena rejeki bukan hanya soal uang tapi juga kabar bahagia yang dinanti banyak orang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar